Sultan Musa Ghiatuddin Riayat Shah
Sultan Musa Ghiatuddin Riayat Shah merupakan Sultan Selangor yang dilantik saat pendudukan Jepang di Malaysia. Merupakan anak sulung Sultan Alaeddin Sulaiman Shah ibni Almarhum Raja Muda Musa (1898-1938) dengan permaisuri Tengku Ampuan Maharum binti Raja Muda Tunku Dziauddin dari Kedah, ia dilahirkan pada tahun 1893 di Jugra, Selangor. Namanya ketika dilahirkan adalah Tengku Musa Eddin. Menerima pendidikan privat, ia menggantikan uanya Raja Laut bin Sultan Muhammad sebagai Raja Muda Selangor pada tahun 1916. Seorang pemuda yang bijaksana, ia mewakili ayahandanya dalam State Council yang didirikan oleh pemerintah kolonial Inggris.
Sikap pemikiran terbuka Tengku Musa Eddin meresahkan residen Inggris T.S. Adams, yang bermaksud menyingkirkan Tengku Musa Eddin sebagai Raja Muda. Walaupun ayahandanya Sultan Sulaiman merayu, Tengku Musa Eddin disingkirkan sebagai Raja Muda pada tahun 1933 di atas alasan "kesalahan pribadi". Saudara lelakinya Tengku Badar, yang dilahirkan pada tahun 1895, turut dilangkahi oleh pihak Inggris, yang kemudian melantik saudara tirinya Tengku Alam Shah, sebagai Raja Muda. (Kemudian bergelar Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Alaeddin Sulaiman Shah (lihat juga: Yang di-Pertuan Agong) Tengku Musa Eddin dianugerahi gelar Tengku Kelana Jaya Putera, yang juga merupakan gelar putera mahkota bagi Yang di-Pertuan Muda Johor dan Riau, yang merupakan asal
Sikap pemikiran terbuka Tengku Musa Eddin meresahkan residen Inggris T.S. Adams, yang bermaksud menyingkirkan Tengku Musa Eddin sebagai Raja Muda. Walaupun ayahandanya Sultan Sulaiman merayu, Tengku Musa Eddin disingkirkan sebagai Raja Muda pada tahun 1933 di atas alasan "kesalahan pribadi". Saudara lelakinya Tengku Badar, yang dilahirkan pada tahun 1895, turut dilangkahi oleh pihak Inggris, yang kemudian melantik saudara tirinya Tengku Alam Shah, sebagai Raja Muda. (Kemudian bergelar Sultan Hisamuddin Alam Shah Al-Haj ibni Almarhum Sultan Alaeddin Sulaiman Shah (lihat juga: Yang di-Pertuan Agong) Tengku Musa Eddin dianugerahi gelar Tengku Kelana Jaya Putera, yang juga merupakan gelar putera mahkota bagi Yang di-Pertuan Muda Johor dan Riau, yang merupakan asal
Sultanah Nur Zahirah
Tuanku Nur Zahirah adalah Sultanah (dulu Permaisuri) (lahir di Alor Star, Kedah, 7 Desember 1973; umur 42 tahun) dari kesultanan Terengganu, Malaysia, dan Raja Permaisuri Agong (Ratu) Malaysia yang ke-13. (id.wikipedia.org )
Siti Aishah Abdul Rahman
Permaisuri Siti Aishah (lahir Siti Aishah Abdul Rahman; lahir 18 November 1971; umur 44 tahun) adalah permaisuri Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-11, Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah. Ia merupakan orang termuda yang pernah menjadi Raja Permaisuri Agong (Ratu) Malaysia, dia naik tahta pada umur 29 pada tahun 1999.
Tuanku Bahiyah
Tuanku Bahiyah ibni Almarhum Tuanku Abdul Rahman (lahir 24 Agustus 1930 – meninggal 26 Agustus 2003 pada umur 73 tahun) adalah Sultanah Kedah (1959–2003) Raja Permaisuri Agong ke-5 Malaysia dari tahun 1970 hingga tahun 1975. Tuanku Bahiyah meninggal akibat kanker pada tanggal 26 Agustus 2003. (id.wikipedia.org )
Tunku Kurshiah
Tunku Kurshiah binti Tunku Besar Burhanuddin (lahir 16 Mei 1911 – meninggal 2 Februari 1999 pada umur 87 tahun) adalah mantan Tunku Ampuan Besar atau Ratu Negeri Sembilan. Ia juga merupakan orang pertama yang menjadi Raja Permaisuri Agong Malaysia antara tahun 1957 hingga tahun 1960.
Tengku Budriah
Duli Yang Maha Mulia Almarhumah Tengku Budriah binti Almarhum Tengku Ismail (lahir 28 Maret 1924 – meninggal 28 November 2008 pada umur 84 tahun) adalah Raja Perempuan Perlis dan Raja Permaisuri Agong Malaysia ketiga. Ia lahir di Kuala Krai, Kelantan pada tanggal 28 Maret 1924. Ia merupakan putri dari Almarhum Tengku Ismail dan Tengku Besar Zubaidah binti Almarhum Tengku Abdul Kadir, Raja dari Pattani di Thailand Selatan. (id.wikipedia.org )
Tuanku Intan Zaharah
Tengku Intan Zaharah binti Tengku Hitam Omar bin Tengku Muda Osman, dikenal juga sebagai Tuanku Intan Zaharah binti Almarhum Tengku Seri Setia Raja, (lahir 13 April 1928 – meninggal 24 Januari 2015 pada umur 86 tahun) adalah Tengku Ampuan Tua Terengganu. Ia juga merupakan Sultanah Terengganu dari 1945 hingga 1979. Ia menjadi Raja Permaisuri Agong dari tahun 1965 hingga 1970.
(id.wikipedia.org )
(id.wikipedia.org )
Tengku Zainab
Tengku Zainab binti Tengku Sri Utama Raja Muhammad Petra (1917-1993) adalah mantan Raja Perempuan Kelantan. Ia juga menjadi Raja Permaisuri Agong Malaysia dari tahun 1975 hingga tahun 1979. Lahir pada tanggal 7 Agustus 1917 di Kelantan, ia merupakan istri dari Sultan Yahya Petra dan juga ibu dari Sultan ke-28 Kelantan, Sultan Ismail Petra. (id.wikipedia.org )
Tuanku Haminah Hamidun
Tuanku Haminah binti Hamidun (lahir 15 Juli 1953; umur 61 tahun) adalah Raja Permaisuri Agong saat ini dan Sultanah Kedah saat ini. Terlahir sebagai biasa dari Bagan Serai, Perak, ia menikah dengan Sultan Abdul Halim Kedah pada 25 Desember 1975 sebagai istri kedua Sultan dan bergelar Che Puan Kedah. Dia diangkat menjadi Sultanah pada tanggal 9 Januari 2004, menyusul kematian Tuanku Bahiyah, Sultanah sebelumnya dan istri pertama Sultan Abdul Halim.
Langganan:
Postingan (Atom)







